Selasa, 24 Mei 2016

Pidato Terbaru Syaikh Mujahid Abu Muhammad al-‘Adnani asy-Syami (hafizhahullah) Juru Cakap Khilafah Islamiyyah

MUASSASAH AL-FURQAN
 
Mempersembahkan:
Pidato Syaikh Mujahid
Abu Muhammad al-‘Adnani asy-Syami (hafizhahullah)
Dengan judul:

“DAN AGAR ORANG YANG HIDUP ITU HIDUP DI ATAS KETERANGAN YANG NYATA”

Alih Bahasa: Usdul Wagha

Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuat Maha Perkasa, shalawat serta salam tercurah kepada yang telah diutus dengan membawa pedang untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Amma ba’du;
Allah Ta’ala berfirman

“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. [Al-Mujadilah: 20-21]

Allah juga berfirman tentang kaum Yahudi

“Dan (ingatlah), ketika Rabbmu memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Al-A’raf: 167]

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, maka kaum muslimin memerangi mereka, hingga ada seorang Yahudi yang bersembunyi di balik batu dan pohon, maka berkatalah batu atau pohon itu; ‘Hai Muslim, hai hamba Allah, ini di belakangku ada orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia.”

Dan juga diriwayatkan olehnya bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga orang-orang Romawi akan singgah di A’maq, maka keluarlah kepada mereka sekelompok orang dari Madinah yang termasuk penduduk bumi terbaik ketika itu, ketika mereka telah berbaris saling berhadap-hadapan, orang Romawi berkata; ‘Tinggalkanlah kita dan orang-orang yang telah menjadikan di antara kita budak, biar kami memerangi mereka’. Maka kaum muslimin menjawab; “Tidak, Demi Allah kami tidak akan membiarkan kalian dan saudara-saudara kami.” Maka kaum muslimin pun memerangi mereka (orang Romawi) hingga sepertiga dari kaum muslimin hancur (lari), Allah tidak menerima taubat mereka selamanya. Sepertiga lagi gugur, mereka adalah sebaik-baik syuhada di sisi Allah. Dan sepertiga sisanya tidak akan mendapat fitnah selamanya, mereka akan mencapai Konstantinopel dan menaklukkannya.”

Maka celakalah kalian hai orang-orang salib!
Kemudian celakalah kalian hai orang-orang Yahudi!

Setiap kali kalian merasa hebat dan tinggi, kemudian kalian berlebih-lebihan dan melebihi batas, maka Allah datangkan dari arah yang tidak kalian duga, datanglah hamba-hamba-Nya yang menimpakan kepada kalian siksaan yang sangat buruk.

Inilah yang dijanjikan oleh Rabb kami kepada kami, dan Dia tidak pernah menyalahi janji.

Amerika yang lemah dan sekutu-sekutunya mengira bahwa mereka telah berhasil membuat takut kaum mukminin, atau menang atas mujahidin.

Tidak!


Persekutuan Salibis telah datang 13 tahun yang lalu ke Iraq, mengira bahwa mereka tidak dapat dikalahkan siapapun, dan mengira bahwa kekuatan ada pada jumlah dan senjata, kemudian tidak berjalan kecuali beberapa hari hingga si bodoh Bush mengumumkan penghentian operasi militer dan menyatakan perang telah selesai dan mereka telah menang. Dia mengkhayal, berdusta dengan penuh keangkuhan dan kesombongan!

Maka kami beritahukan bahwa perangnya belum juga dimulai!
Dan tidak perlu waktu lama hingga terlihatlah kedustaan Bush dan kebenaran para Mujahidin.
Maka penggilingan perang mulai berputar atas Amerika dan sekutunya, hingga tentaranya menjadi tepung di seluruh penjuru bumi Rafidain (Iraq), hingga dia terjatuh ke dalam rawa kekalahan, yang mereka tidak akan pernah dapat keluar darinya dengan izin Allah.

Kemudian setelah 8 tahun perang sengit yang meruntuhkan ekonomi Amerika dan menghancurkan tentaranya, si keledai Obama mengumumkan ditariknya pasukan Salib dari Iraq dengan menang menurut pengakuan dustanya, dan saat itu kami katakan bahwa perang belum sampai puncaknya, dan kami bersumpah kepada mereka jika kalian keluar kalian pasti akan kembali.

Maka berdustalah si keledai Yahudi (Obama) dan berdustalah Amerika dan benarlah mujahidin.

Dan inilah dia Daulah Islamiyyah! Tetap ada (baqiyah) dengan karunia Allah dan menguat. Dan inilah dia si pelindung Yahudi dan Salib Amerika kembali dengan pasukannya, mendorong buah hatinya untuk memerangi mujahidin, dan merasa dirinya bersama sekutunya mampu menghabisi Daulah Islamiyyah, dan memadamkan Jihad.

Maka dengarkanlah Amerika!
Dengarkanlah wahai para Salibis!
Dengarkanlah hai orang-orang Yahudi!

Rabb kami ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul. (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang”. [ash-Shaffat: 171-173]

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu, dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. Dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. [At-Taubah: 14-15]

Sesungguhnya kami menunggu janji-Nya dan sesungguhnya kami yakin akan hal itu.
Maka tidak akan pernah membuat kami takut tentara kalian dan jumlah kalian, tidak akan membuat kami mundur ancaman-ancaman kalian dan kampanye perang kalian. Kalian tidak akan pernah menang selamanya, dan sesungguhnya kalian akan hancur!

Ataukah Amerika mengira bahwa kemenangan itu dengan berhasil membunuh seorang komandan atau lebih? Jika begitu maka itu adalah kemenangan palsu!

Apakah dia telah menang ketika berhasil membunuh Abu Mush’ab atau Abu Hamzah, atau Abu Umar atau Usamah?

Atau apakah dia telah menang ketika berhasil membunuh Syisyani atau Abu Bakr, atau Abu Zaid atau Abu Amr?

Sekali-kali tidak!

Kemenangan adalah dengan hancurnya lawan.

Ataukah Amerika mengira bahwa kehancuran itu dengan hilangnya satu kota atau kerugian wilayah?
Apakah kita kalah ketika kami kehilangan kota-kota di Iraq dan kami tinggal di gurun tanpa kota tanpa wilayah?

Ataukah kami kalah dan kamu menang ketika kamu berhasil merebut Mosul atau Sirte atau Raqqah, atau seluruh kota lalu kami kembali sebagaimana keadaan kami dahulu?

TIDAK!

Sesungguhnya kekalahan adalah hilangnya kehendak dan keinginan dalam berperang.
Dan kalian Amerika akan menang dan mujahidin akan kalah dalam satu keadaan, kami akan hancur dan kalian akan menang; ketika kalian dapat mencabut Al-Quran dari dada kaum Muslimin

Jauh dan jauh *** Alangkah jauh dari kalian apa yang terlewat
Namun kami adalah Ahlul-Quran *** kami jual jiwa kami untuk surga
Kami adalah orang-orang yang kudanya *** mencapai Kisra dengan angin yang kencang
Dan kami rampas dengan tongkat, mahkota Kaisar *** dan kami seret pintu langkah menuju Bani Ashfar
Berapa banyak kita telah dilahirkan oleh manusia baik dan mulia *** yang jemarinya mengalirkan darah atau musim semi yang menurunkan hujan
Jemarinya diciptakan untuk menggenggam pedang *** dan melakukan kedermawanan dan di puncak minbar
dia hadapi tombak dengan wajah dan dadanya *** dan menegakkan tekadnya sebagai pelindung kepalanya

Maka dengarkanlah hai orang-orang Amerika dan perhatikanlah!

Apa yang telah kalian peroleh dari perang selama 13 tahun melawan mujahidin di negeri Rafidain dan apa yang mereka peroleh?!
Kalian datang ke Iraq dengan membawa puluhan bahkan ratusan ribu pasukan, sedangkan kami hanya sekian ratus bahkan hanya puluhan, kurang dan lebih, dan tidak kurang dari tiga tahun hingga Rumsfeld mengumkan pengunduran diri, kelemahan dan kekalahan, sedangkan mujahidin mengumumkan tegaknya Daulah Islam.

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah, dan Allah bersama orang-orang yang sabar.” [Al-Baqarah: 249].

Maka Amerika pun hancur dan tentaranya mengalami kekalahan, dan mereka mulai runtuh, jika saja tidak diselamatkan oleh para Shahawat hina dan khianat. Maka datanglah sunnatullah untuk menyaring dan menguji mujahidin, hingga fitnah membesar dan ujian mengeras, hingga kami kehilangan tamkin di kota-kota, namun mujahidin tidak bertambah kecuali sabar dan yakin.

Dan Amerika mendapat kesempatan emas untuk lari, maka Obama mengumumkan kemenangan dan penarikan pasukan, dan dia dusta!

Hai keledai gagal dan kalah, di manakah kemenangan yang kamu klaim itu? Di manakah peta baru Timur Tengah yang dibawa oleh Amerika? Ataukah kamu lupa atau pura-pura lupa atau memang kami yang menggariskannya? sedangkan kebinasaan dan kehancuran kalian semaik mendekat?

Di manakah Iraq bersatu yang merdeka dan di manakah demokrasi? Apakah kamu menipu dirimu sendiri, rakyatmu dan seluruh dunia, atau apakah kamu mengakui Daulah Islamiyyah?

Di manakah keamanan, pembangunan, kesejahteraan yang dijanjikan? Apakah kamu berdusta hai Amerika atau karena kamu memang tidak sanggup memenuhi janji? Apakah kamu menjadikan dunia lebih aman dengan memerangi kami hai Amerika? Atau apakah ketakutan dan kehancuran semakin meluas dan disaksikan oleh Kanada, Perancis, Tunisia, Turki dan Belgia? Apakah engkau berhasil menghabisi terorisme dan mematikan api jihad? Atau apakah justru dia menyebar, meninggi, dan meluas ke seluruh penjuru negeri? Apakah kamu telah menang atas mujahidin atau justru kami umumkan Khilafah dan kami mendapat nikmat tamkin?
Perlahan hai Amerika, perang belum selesai dan kamu belum menang! Dan dengan izin Allah kamu akan hancur, maka tunggulah!
Tunggulah, pedang-pedang kami tidak akan meleset!
Lengan-lengan kami tidak akan lelah!
Tekad-tekad kami tidak akan padam!
Kami tidak akan bosan dan tidak akan melemah!
Bahkan kami, dengan karunia Allah semakin kuat berkali-kali lipat dibanding saat pertama perangmu dimulai hai Amerika. Setiap kali hari berlalu maka kami semakin menjadi kuat – dengan karunia Allah – dan kamu semakin lemah. Kami berjalan dengan langkah pasti dan jelas, sedangkan kalian kebingungan mengikuti strategi Obama yang gagal.

Wahai Kaum Muslimin
Wahai Umat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam

Sesungguhnya inilah Syam yang penuh skandal, kini telah jelas bagi kalian kebenaran hingga seperti matahari yang terang. Maka siapa yang binasa, binasalah di atas kejelasan. Dan siapa yang hidup maka dia hiduplah di atas kejelasan.

Inilah seluruh dunia kafir dengan anggotanya berkumpul, bersekutu, dan berpadu untuk memerangi Daulah Islamiyyah. Dan memeranginya, menghancurkan dan memusnahkannya menjadi prioritas paling utama.

Maka apalah keperluan mereka dan apa tujuan orang-orang kafir? Apa hakikatnya dan apa syi’arnya? Mengapa puluhan negara kufur bergabung untuk memerangi Daulah Islamiyyah? Mengapa Amerika dan sekutunya menjatuhkan dua puluh ribu lebih serangan udara atas kita?

Ya! dua puluh ribu lebih serangan udara.

Mengapa mereka membelanjakan milyaran dana untuk memerangi kami? Mengapa mereka melatih pasukan, gerilyawan dan milisi-milisi? Mengapa mereka mengirimkan putra-putranya dari ujung samudra untuk memerangi kami tanpa peduli? Kenapa mereka tidak melatih, mempersenjatai, menolong atau membantu para pejuang kecuali pengikutnya saja?

Tanyakanlah kepada mereka jika mereka menjawab
Atau jawablah oleh kalian jika kalian mengetahui!

Maka tidaklah seluruh dunia berkumpul untuk memerangi kami kecuali karena kami memerintah untuk beribadah kepada Allah, kepada-Nya saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, kami mendorong hal itu dan berwala karenanya, dan mengkafirkan siapa yang meninggalkannya. Dan kami memperingatkan dari perbuatan syirik dalam ibadah kepada Allah, kami bersikap keras dalam hal ini dan bermusuhan karenanya, dan mengkafirkan siapa yang melakukannya.

Ini adalah seruan kami, dan inilah dien kami!
Hanya karena ini sajalah kami memerangi dunia dan kami diperangi.
Dan bukan hal yang menjijikkan jika Amerika mengaku memerangi kita untuk menolong orang-orang yang dizhalimi, atau menyelamatkan orang-orang lemah, atau membela hak-hak rakyat atau warga negara. Namun yang menjijikkan adalah jika para binatang yang menisbatkan diri terhadap Islam dan dien, mereka mempercayainya, setelah melihat apa yang terjadi di Syam terhadap kaum muslimin.
Dan bukan hal yang memalukan atau hinaan jika Amerika mengklaim memerangi kita karena membela Islam, atau melindunginya dari kesesatan orang-orang ekstrim, atau kepalsuan orang-orang jahat dan pemikiran orang-orang bodoh, akan tetapi yang memalukan dan kehinaan, dan buruknya pemikiran, adalah ketika keledai ilmu memberikan fatwa palsu terhadap mujahidin, yang menganggap bahwa orang-orang murtad dan pengekor itu adalah para mujahidin yang berperang dijalan Allah memerangi para khawarij yang keluar dari dien.

“Sungguh laknat Allah atas orang-orang yang zhalim.”

Wahai kaum muslimin

Sesungguhnya mujahidin akan menang, menang dengan senjata dan pedang, dengan hujjah dan burhan. Dan inilah dia kelompok kecil itu, yang menggedor tentara dan negara-negara dunia dan tetap bertahan dalam tahun-tahun yang panjang.

Tidaklah dia memasuki suatu negara kecuali thaghut tidak sanggup menghancurkanya atau menghapusnya dari sana. Tidaklah dia diperangi oleh tentara kecuali dia akan menyakitinya, melemahkannya, membuatnya berdarah-darah dan membuatnya menangis!

Para mujahid telah melawan seluruh syubhat, meskipun seluruh ulama suu’ memerintahkan untuk menyerangnya dan menggunakan seluruh channel siaran. Maka tidak ada lagi udzur bagi seorang pun setelah perang Syam, kebenaran kini telah jelas dan terang, baik bagi orang tertentu maupun kaum awam.

Dua kubu, dua pasukan, dua parit. Perang antara kekufuran dan keimanan! Perang al-Wala’ wal Bara’
Dan seluruh perang selainnya adalah omong kosong!
Walaupun orang-orang kafir mengangkat berbagai slogan dalam perangnya, dan walaupun mereka mengklaim berbagai tujuan di dalamnya.

Manakah klaim barat yang katanya melindungi warga sipil dan membela hak asasi manusia dan kemerdekaan? Telah terjatuh topeng palsu kedustaan dan terbukalah wajah buruk di bawah siraman bom kematian dan kehancuran, serta gas Nushairiah!
Tidaklah Amerika dan sekutunya merasa pedih dan sakit, kecuali jika mujahidin berhasil maju dan meraih kemenangan!

Dunia tidak pernah menangisi apa yang terjadi dari pembantaian Rusia dan Nushairiah setiap hari terhadap kaum muslimin. Perasaan Eropa, Amerika dan negara-negara kufur tidak pernah terguncang atau tergerak karena diusirnya jutaan orang. Mereka tidak merasa terganggu dengan kelaparan, penyakit, kesusahan dan kematian ribuan kaum lemah, dari anak-anak, wanita, orang tua yang terkepung.

Amerika dan sekutunya tidak pernah melihat mereka yang ada di Ghouta, Zabdaniyah, Madhaya dan Mu’addimiyah, mereka tidak pernah melihat pengepungan kecuali di kota Al-Khair, lalu mereka segera menyelamatkannya dan mengirimkan bantuan logistik setiap hari untuk Nushairiah.

Tidak pernah tergerak tubuh Eropa dan negara-negara kufur karena Rusia yang menghancurkan rumahsakit dan komplek pemukiman!

Namun mereka akan stress dan gila, apabila Daulah Islamiyyah memotong beberapa kepala orang kafir dan mereka pun merinding, bergetar, berbuih-buih, mengebom dan menyerang!
Begitulah, padahal telinga mereka telah tuli dan mata mereka telah buta, dari apa yang dilakukan oleh salibis, orang hindu, atheis, dari pembantaian dan kejahatan terhadap kaum muslimin, di Burma, Turkistan, Indonesia, Kashmir dan Filipina, di Palestina, Bosnia, Afrika Tengah, Chechnya dan Iran, dan tempat lainnya.

Tidak ada permusuhan, tidak ada kejahatan, tidak ada terorisme, jika pelakunya bukan seorang muslim.
Dan tidak ada permusuhan, tidak ada kejahatan, tidak ada terorisme, jika yang menjadi sasaran adalah kaum muslimin.

Benar wahai kaum muslimin

“Agar siapa yang binasa, binasa di atas kejelasan. Dan siapa yang hidup, hidup di atas kejelasan.”

Adapun para ulama suu’, para da’i dan syaikh dinar dan dollar, lembaga penyihir dan munafik dan agen-agen senior, telah jelas kepalsuan fatwa yang mereka muntahkan, telah tersingkap dan batal syubhat-syubhat yang mereka sebarkan, tidak akan lagi memberi manfaat bagi mereka para majikan mereka dan akan segera mengakui kegagalan, walau mereka berusaha keras dan mengusir segala kemalasan.

Semua telah mengetahui hakikat mereka.

Maka apabila majikan mereka menguasai dan mencengkeram leher-leher hamba, mereka akan mengeluarkan fatwa wajibnya ketaatan pada mereka, dan haramnya menyelisihi perintah mereka dan haramnya jihad, walaupun mereka telah kufur, melampau batas, berkhianat, dan menyebarkan kerusakan.

Namun ketika mujahidin berhasil menguasai suatu kota dan berhukum dengan hukum Allah, maka darah mereka mendidih, amarah mereka memuncak, mereka kembali muntah dan mengeluarkan fatwa mereka untuk tidak taat kepada mujahidin dan wajib memerangi mereka, mencabut kekuatan mereka seakar-akarnya, walau kaum muslimin harus menanggung darah dan kehancuran, sekaligus membolehkan bahkan menganjurkan meminta tolong dalam hal ini kepada kaum kuffar.

Dan meskipun kaum kuffar melakukan berbagai hal kepada kaum muslimin, dari pembantaian, penghancuran dan pengusiran, mereka akan bisu, tuli dan buta. Tidak ada fatwa, pengingkaran atau kecaman!

Namun jika ada seorang mujahidin membunuh satu orang kafir di ujung bumi sana atau membalas dengan perbuatan apa pun, maka keledai ilmu ini akan berguncang dan lari tanpa rasa malu, lalu dia akan berlepas diri, mengingkari, mengecam, berbela sungkawa, sedih dan mengaduh.

Dan para thaghut pemimpin negeri-negeri kaum Muslimin yang terampas, tidaklah ada pembatal kecuali mereka melakukannya, dan tidak ada satu dalil pun yang bisa digunakan untuk membela mereka kecuali ulama suu’ akan menggunakannya dan memolesnya.

Dan tidaklah mujahidin menjalankan satu syiar, atau menghidupkan satu sunnah, atau menegakkan satu hukum, atau mempraktekkan satu had, kecuali para ulama sulthan ini akan menyalahkan mereka, memburukkannya, mengingkarinya, dan menyebarkan syubhat agar menghalangi manusia dari jalan Allah!

Maka celakalah kalian Hai Ulama suu’ di hari mahsyar, hari ditampakkannya rahasia dan kalian tidak lagi memiliki udzur

Celaka kalian!

Kalian telah menyelewengkan kata-kata dan menggantinya.

Kalian jadikan toleransi Islam sebagai loyalitas kepada kaum kuffar, thaghut dan musyrikin.
Kalian jadikan musuh yang merampas dan berada di barak militernya di tengah negri kaum muslimin sebagai ahlu dzimmah dan musta`man (orang yang mendapat jaminan keamanan).

Kalian jadikan demokrasi kufur dan syirik, sebagai syura yang syar’i. Kalian jadikan diam dari kebenaran dan tenang terhadap kebatilan sebagai kesabaran yang terpuji. Kalian jadikan loyal terhadap pemimpin murtad dan condong kepada orang dzalim sebagai hikmah, kehati-hatian dan pandangan yang benar. Kalian jadikan berkata yang benar di hadapan pemimpin jahat dan kafir sebagai sikap khawarij dan menyelisihi ulil amri.

Kalian tutupi kebenaran yang Allah turunkan dan kalian haramkan jihad, dan kalian jadikan dorongan kepadanya sebagai fitnah dan melakukannya adalah kerusakan yang besar. Kalian jadikan serangan kepada musuh kafir, sebagai penumpahan darah yang dilindungi. Kalian jadikan mujahidin yang menegakkan keadilan sebagai khawarij yang keluar dari dien, sedangkan kaum murtad, sekuler, nasionalis, demokratis, agen Amerika dan anjing-anjingnya sebagai mujahidin.

Kalian jadikan kufur kepada thaghut sebagai fitnah yang besar, al-wala wal-bara sebagai kejahatan. Kalian jadikan para pemimpin thaghut, kufur dan murtad, sebagai imam dalam petunjuk, pemimpin yang adil, dan penguasa kaum muslimin. Kalian telah campakkan kitabullah ke belakang punggung kalian, dan kalian telah menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah, kalian telah tercabut dari ayat-ayat Allah dan dienullah.

Permisalan kalian wahai orang-orang murtad, seperti anjing, dan seperti keledai yang membawa kitab tebal, kalian telah membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksaan dengan ampunan, atas kalian laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia.

Kepada perhitungan hari kiamat kita menuju *** dan di sisi Allah akan dikumpulkan persengketaan
Kamu akan tahu di dalam hisab ketika kita bertemu *** esok hari di sisi Ilah siapa yang terhina

Wahai kaum muslimin

Sesungguhnya kami tidak berjihad untuk melindungi tanah, tidak juga untuk menguasai atau membebaskan tanah, kami tidak berperang untuk kekuasaan atau kedudukan yang akan hilang dan hancur, atau untuk reruntuhan dunia yang hina dan fana. Jika tujuan kami adalah puing dan reruntuhan ini, tentu kami tidak akan memerangi seluruh dunia secara menyeluruh dengan segala agama, aliran dan bangsa.

Andai kami bisa mewakilkan kepada satu orang pejuang saja tentu telah kami lakukan daripada kami harus berlelah-lelah. Hanya saja Al-Quran telah memastikan kepada kami akan memerangi seluruh alam tanpa terkecuali!

Dan tidak lebih kami hanya ingin menegakkan syariat Rabb kami, andai kami memiliki pilihan, tentu kami telah memilih dan merubah. Andai yang kita ikuti atau alasan kita berperang adalah suatu pendapat, tentu kami telah mengoreksinya. Andaikan itu adalah ambisi, tentu kami telah menggantinya. Andai itu adalah konstitusi, tentu kami telah merubahnya. Andai itu adalah sebuah jatah, tentu kami telah tawar menawar. Andai itu adalah sebuah bagian, tentu kami telah ridha. Akan tetapi itu adalah Al-Quran dan petunjuk dari Nabi bangsa Adnan, shallallahu alaihi wa sallam.

“Maka apakah orang yang di atas keterangan dari Rabbnya sama seperti orang yang dihiasi amal buruknya dan mengikuti hawa nafsunya” [Muhammad: 14]

Sesungguhnya pendorong kami adalah apa yang datang dari Rabb kami

“Telah diwajibkan atas kalian perang”.
“Berangkatlah kalian berperang baik dalam keadaan ringan maupun berat”.
“Penuhilah Allah dan Rasul-Nya apabila menyerumu terhadap apa yang menghidupkanmu”.
“Mengapakah kalian tidak berangkat berperang di jalan Allah?”
“Jika kalian tidak berangkat berperang maka Dia akan menimpakan siksa yang pedih atas kalian.”
“Dan janganlah kalian mundur ke belakang.”
“perangilah orang-orang musyrik secara menyeluruh”
“Apakah kalian takut kepada mereka, padahal Allah yang lebih pantas kalian takuti jika kalian orang yang beriman.”
“Perangilah mereka, maka Allah akan timpakan siksaan kepada mereka melalui tangan-tangan kalian”.
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir, dan tidak mengharamkan apa yang Allah dan Rasul-Nya haramkan, dan tidak beragama dengan agama yang benar, dari kalangan Ahlul-Kitab sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”
“Jika kalian bertemu dengan orang-orang kafir maka penggallah leher-leher mereka.”
“Dan perangilah mereka hingga tidak ada lagi fitnah, dan dien itu seluruhnya untuk Allah.”

Kami akan berperang, terus berperang dan berperang, hingga dien ini seluruhnya hanya untuk Allah.
Kami tidak akan pernah merayu-rayu manusia agar mau menerima dienullah dan menegakkan hukum dengan syariat Allah. Maka siapa yang ridha, maka inilah syariat Allah, dan siapa yang benci, murka dan enggan, maka kami tidak peduli dan inilah dienullah. Kami akan kafirkan orang-orang murtad dan bara’ dari mereka, kami musuhi orang-orang kafir dan musyrik dan membenci mereka.

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami kafirkan kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” [al-Mumtahanah: 4].

Kami tidak bisa berwala kepada orang-orang kafir dan murtad dari majlis militer nasional, atau kelompok-kelompok demokrasi atau sekuler, sebagaimana orang-orang murtad dari Jama’ah yang disebut Islamis bisa loyal kepada mereka, lalu kami bersekutu dan membantu mereka!?

“Maka siapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka” [al-Maa`idah: 51].

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepadamu di dalam Al Quran, bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan, maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain, Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” [An-Nisa: 140].

Maka tidak mungkin bagi kami untuk bermudahanah (berkompromi) dengan mereka dalam masalah ini dan tidak mengkafirkan kesyirikan mereka, tidak mengumumkan permusuhan dan kebencian terhadap mereka, atau menjalin persaudaraan, cinta kasih dan wala dengan mereka, sebagaimana yang dilakukan al-Qaeda Syam, Jabhah Riddah yang merugi. Jika kami tidak memperlihatkan permusuhan dan kebencian kepada orang-orang kafir, maka hilanglah al-Wala wal-Bara, dan hilanglah bersamanya dien, dan bercampurlah orang-orang kafir dan kaum mukminin.

Kalian mengira bahwa dien itu adalah ucapan Labbaik di keramaian manusia *** atau mengerjakan shalat dan berperang bersama manusia
Atau mengucapkan salam dan berbaur dengan mereka yang benci agama *** dan tidaklah dien itu melainkan cinta, benci dan wala
Juga bara’ dari setiap pelaku keburukan dan pendosa
“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain, Jika kalian tidak melaksanakan itu semua, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” [Al-Anfal: 73]

Seandainya kami tahu, jika ada salafus-shalih yang pernah menyerahkan sejengkal tanah kepada orang-orang kafir, dengan alasan pengakuan masyarakat atau menjaga bangunan dari kehancuran, atau menjaga pertumpahan darah atau maslahat palsu lainnya, tentu kami telah melakukannya sebagaimana telah dilakukan al-Qeda pembodoh umat.

Akan tetapi ini adalah Al-Quran yang mulia, sunnah yang suci dan manhaj yang lurus, dien yang hanif yang tidak mengenal sikap mundur atau penyimpangan.

Kita akan bertempur hingga mati, walau sawah-sawah rusak dan rumah-rumah hancur, walau harga diri harus dikorbankan, nyawa melayang, dan darah ditumpahkan. Antara hidup dengan kemuliaan dien kita sebagai pemimpin mulia, atau mati di atasnya dengan penuh kemuliaan.

Wahai para tentara Daulah Islamiyyah, tidak samar bagi kalian bahwa Amerika Salibis dan sekutunya, dan bangsa-bangsa kufur di belakangnya, dan orang-orang murtad dari anak bangsa kalian di depannya, mereka telah bersatu, berpadu dan mengancam kalian, dan setiap hari mereka mengira bahwa berakhirnya Daulah Islamiyyah telah dekat, dan bahwa perang ini tidak diragukan lagi akan sengit, mengancam kalian dan menakut-nakuti kalian, dan sungguh Allah Ta’ala telah berfirman;

“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya. Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?” [Az-Zumar: 36-37]

Tentu, sesungguhnya Allah cukup bagi hamba-Nya, dan Allah berkuasa untuk menurunkan siksaan, dan sesungguhnya kekuatan hanya milik Allah semata.

Jika kalian beriman kepada Allah, dan beramal untuk-Nya, maka tidak akan pernah ada yang membuat kalian takut kecuali Allah, apapun yang terjadi. Segala sesuatu selain Allah adalah ringan, segala sesuatu selain adalah kekuatan yang lemah, lemah lagi remeh, dan semenjak setelah kita deklarasikan tegaknya Daulah Islam, maka kaum murtaddin, salibis dan atheis berharap diri mereka dapat menghabisinya dalam hitungan hari, maka mereka kobarkan perang demi perang, dan mereka susul serangan demi serangan dan gempuran demi gempuran, namun mereka gagal, surut, dan dihinakan Allah setiap saat.

Ancaman mereka bukan hal baru, kekalahan mereka juga tidak jauh, sedangkan hari-hari itu dipergantikan dan perang itu selau berputar. Maka siapa yang mengira bahwa kita berperang karena melindungi tanah atau kekuasaan atau kemenangan adalah dengan itu, maka sungguh dia telah jauh keliru.

Kita berperang karena ingin taat kepada Allah dan ingin mendekatkan diri kepada-Nya, dan kemenangan adalah jika kita hidup dengan kemuliaan dien kita atau mati di atasnya.

Sama saja apakah Allah karuniakan kepada kita tamkin. Atau kita bermalam di gurun dan sahara terusir dan terlunta-lunta, sama saja apakah salah seorang dari kami dijebloskan ke penjara sebagai tahanan, atau bermalam di rumahnya dengan penuh aman dan kebahagiaan, sama saja apakah kita selamat dan mendapat ghanimah, atau kami terluka dan terbunuh, dan kemenangan bagi kami adalah ketika kami hidup sebagai muwahhid, kufur kepada thaghut dan merealisasikan al-wala wal bara dan menegakkan dien, jika kami meraih itu maka kami menang, apa pun keadaannya kita tetap menang. Ini adalah kenyataan, demi Allah, dan bukan sekedar slogan, telah digariskan dengan darah oleh orang-orang jujur dari tentara dan pemimpin Daulah Islamiyyah, maka siapa yang tidak seperti ini keadaanya walau berada di barisan kami, maka dia bukan bagian dari kami, dia pasti akan terlihat atau keluar dari kami walau setelah waktu lama.

“Maka hendaknya berperang di jalan Allah orang-orang yang telah menukar kehidupan dunia dengan Akhirat, maka siapa yang berperang di jalan Allah lalu dia terbunuh atau menang maka Kami akan memberikan kepada mereka pahala yang besar.”

Dan dari Abdullah ibn Umar radhiyallahu anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

“Tidaklah seorang prajurit atau sekelompok pasukan yang berhasil mendapatkan ghanimah dan mereka selamat, melainkan mereka telah menyegerakan duapertiga dari pahalanya. Dan tidaklah seorang prajurit atau sekelompok pasukan yang gagal dan tertimpa musibah, melainkan mereka akan mendapat pahalanya secara penuh”. (HR. Muslim)

Wahai junud Daulah Islamiyyah, periksalah dan kuatkanlah niat kalian, perbaikilah hati, karena kalian akan menang demi Allah, karena sesungguhnya kita di atas kejelasan dan kita tidak dibohongi!
Demi Allah kita tidak dibohongi.

Dan berikanlah kabar kepada Alu Salul (Saudi) dengan berita menyakitkan yang sebentar lagi dengan izin Allah, karena mereka yang pertama kali akan dihancurkan, insya Allah.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Nafi’ ibnu Utbah radhiyallahu anhu dia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

“Kalian akan memerangi jazirah Arab dan Allah akan menaklukkannya, kemudian kalian memerangi Romawi dan Allah menaklukkaannya, kemudian kalian memerangi Persia dan Allah menaklukkannya, kemudian kalian memerangi Dajjal dan Allah mengalahkannya.”

Walau dahulu para fuqaha berbeda pendapat mengenai makna menaklukkan jazirah Arab, namun kini semuanya telah menjadi jelas dan benarlah nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan tidak berdusta.

Maka semangatlah semangatlah! Sesungguhnya kalian tidak lain hanya berundi dengan umat-umat dari umat, jika kalian bertahan maka kalian menang, jika kalian mundur maka kalian kalah dan merugi, dan di hadapan kalian terdapat peperangan yang tidak bisa dilakukan oleh orang yang rugi atau pengecut, dan kehendak yang tidak bersumber kecuali dengan pertarungan dan tikaman, dan untuk itu kalian semua, dengan izin Allah.

Dan inilah dia bulan Ramadhan telah datang, bulan perang dan jihad, bulan penaklukan! Maka bersiaplah dan siagalah, dan hendaknya setiap dari kalian berusaha semampu mungkin untuk mengisinya di jalan Allah sebagai pejuang, meminta apa yang di sisi Allah dengan penuh harapan. Sehingga dengan begitu kalian menjadikannya, dengan izin Allah, sebagai bulan bencana bagi kaum kuffar di setiap tempat.

Dan kami khususkan kepada junud Khilafah dan ansharnya di Eropa dan Amerika

Wahai Hamba-hamba Allah
Wahai orang-orang yang bertauhid

Jika para thaghut menutup di hadapan kalian pintu hijrah, maka bukalah di hadapan mereka pintu jihad dan jadikanlah perlakuan mereka sebagai kerugian atas mereka. Sekecil apapun tindakan yang kalian lakukan di tanah air mereka lebih utama dan kami suka daripada amal besar yang kalian lakukan di sini, karena itu lebih efektif bagi kami dan menyakitkan bagi mereka. Jika salah seorang dari kalian berharap dan berusaha keras untuk sampai di Daulah Islam, maka kami di sini berharap bisa di tempat kalian untuk menimpakan bencana terhadap para salibis agar tidak bisa tidur siang malam, mengancam mereka, meneror mereka hingga seorang tetangga takut dengan tetangga lainnya, jika salah seorang dari kalian tidak sanggup maka janganlah dia meremehkan sebuah batu yang dilemparkan atas salibis di negeri mereka, janganlah dia meremehkan satu amalan karena manfaatnya untuk mujahidin amat besar, dan efeknya kepada kaum kuffar menyakitkan, dan kami mendengar bahwa salah seorang dari kalian tidak sanggup beramal karena tidak dapat mencapai target militer, sehingga dia merasa berat untuk menargetkan apa yang disebut sipil hingga dia berpaling dari mereka karena ragu tentang kebolehan dan masyru’iah. Maka ketahuilah, sesungguhnya di tanah air salibis yang memerangi tidak ada perlindungan darah, dan tidak ada yang disebut masyarakat tidak berdosa, dan tidak perlu di sini untuk menyebutkan dan merinci dalil-dalil, Karena daftarnya sangat panjang, dan minimal masuk ke dalam Bab Pembalasan dengan yang Setimpal, maka tidak ada bedanya bagi kami antara pesawat mereka yang bersenjata atau tidak, dan tidak beda antara laki-laki dan wanita, dan ketahuliah, target kalian terhadap apa yang disebut masyarakat sipil lebih kami suka dan lebih efektif, karena itu lebih menyakitkan bagi mereka, lebih mengena dan lebih mengerikan, maka bersiaplah kalian wahai para muwahhid di setiap tempat, semoga saja kalian memperoleh pahala yang besar atau kesyahidan di buan Ramadhan.

Berlari menuju Allah tanpa membawa bekal *** kecuali taqwa dan amal kebaikan
Dan sabar karena Allah di atas jihad *** dan seluruh bekal itu pasti akan habis jua
Kecuali taqwa, kebaikan dan petunjuk

Ya Allah sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan, dan bantulah kami untuk taat kepada-Mu dan teguhkanlah kami. Ya Allah, sesungguhnya kami tidak takut kecuali kepada Engkau dan tidak mengharap kecuali maaf-Mu dan keridhaan-Mu. Ya Allah, sesungguhnya dunia dengan seluruh pasukannya bersatu dan mengeroyok kami ya Allah dan mereka tidak menimpakan kesusahan kepada kami kecuali karena kami mengatakan bahwa Rabb kami adalah Allah, maka lindungilah kami dari mereka wahai Engkau Yang Maha Perkasa. Hanya kepada Engkau satu-satunya kami meminta perlindungan. Tolonglah kami wahai yang Maha Hidup dan Berdisi Sendiri. Hanya kepada-Mu lah satu-satunya kami meminta bantuan. Ya Allah tolonglah kami atas Amerika dan sekutunya dari kalangan Yahudi dan Salibis, kaum Rafidhah dan atheis, dan dari kelompok-kelompok, front-front dan faksi-faksi murtad dan Nushairiah dan sekutu mereka dan musuh-musuh-Mu seluruhnya. Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya kami termasuk orang yang berbuat dzalim.

Dan shalawat Allah atas Nabi kita Muhammad, dan juga atas keluarga dan seluruh sahahabat, dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

Alih Bahasa:

—+(( USDUL WAGHA))+—
15 Sya’ban 1437 H / Mei 2016

Tiada ulasan:

Catat Ulasan